Jumat, 17 Februari 2012

Metode yang Cocok Untuk Siswa


Assalamu’alaikum wr.wb
Sebagai pembukaan posting pada blog ini, saya kasih judul basmallah...lho...ko’..
Hehe...
Maksudnya, untuk postingan pertama saya, saya beri judul METODE YANG COCOK UNTUK PESERTA DIDIK. Tapi tak ada salahnya kan, dibuka dengan bismillah...
Semoga blog ini bermanfaat bagi para pembaca, disertai ridlo dan hidayah Allah untuk kita, amin...
Sesuai judulnya, postingan ini bukan untuk pengajar, melainkan pendidik. Sekilas terlihat sama antara kata pengajar dan pendidik, tetapi jika kita bedakan maka akan terlihat mana itu seorang pengajar dan mana itu seorang pendidik. Terus apa bedanya..? mungkin itu kalimat yang paling pantas ditanyakan. Pengajar itu
bukan pendidik, tapi pendidik itu juga disebut pengajar. Owh, tambah bingung. Ok, mungkin bahasa saya, pengajar itu menghasilkan anak yang diajar, tapi pendidik menghasilkan anak yang terdidik. Pengajar itu tugasnya ya hanya mengajar, yang penting datang di depan anak-anak kemudian memberi materi yang akan diajarkan, sehingga hasilnya anak hanya pintar otaknya saja, itu pun kalau berhasil. Sedangkan pendidik, dia tidak hanya membawa materi yang diajarkan, melainkan membawa planing atau tujuan mendidik anak yang cerdas dalam intelektual, emosional, dan spiritual.
 Proses pembelajaran adalah sebagai sistem, yaitu suatu rangkaian yang antara satu sama lain tidak dapat dipisahkan atau harus terkait antara satu sama lain, yang antara lain terdiri dari : Input, proses, dan output.
Input, dalam hal ini adalah siswa atau peserta didik.
Proses, yaitu KBM(kegiatan belajar mengajar). Disini, antara belajar dengan mengajar harus berdampingan. Mengapa, karena jika cuma belajar, maka hanya murid yang aktif. Sedangkan guru, hanya memberi materi, tugas dan yang terahir memberi nilai. Perlu diketahui, model pembelajaran seperti itu tidak lagi efektif di masa sekarang. Maka dari itu diadakannya KBM(kegiatan belajar mengajar), sehingga bukan hanya anak yang aktif, melainkan guru juga ikut aktif dalam membimbing, membangkitkan semangat, dan menggali semua potensi yang ada dalam diri anak tersebut.
Yang terakhir adalah output, output disini adalah hasil, yaitu siswa yang terdidik. Baik intelektualnya, emosionalnya, serta spiritual dan kesehatannya.
Untuk mendapatkan hasil  (siswa terdidik), dalam artian cerdas dalam intelektual, emosional, dan spiritual, kita harus menemukan metode yang cocok untuk diterapkan kepada peserta didik kita.
Metode menurut arti simpelnya adalah cara. Jadi, yang harus kita pelajari yaitu bagaimana cara mengajarkan suatu pelajaran kepada siswa atau peserta didik. Jika kita ingin menjadi pendidik yang baik di Mata Allah maupun di mata siswa, maka yang perlu kita ketahui adalah latar belakang siswa tersebut. Latar belakang siswa, bisa kita lihat lewat, Sosiologisnya, intelektualnya, psikologisnya, dan biologisnya.
Sosiologisnya, sosiologis disini adalah latar belakang sosial atau kehidupan sehari-hari anak tersebut. Jadi kita harus mengetahui bagaimana lingkungan keluarganya.
Intelektual, dalam hal ini yaitu mengenai IQ(intelegent question), EQ(emotional question), dan SQ(spiritual question).
Psikologis, mengarah ke jiwa. Bagaimana keadaan kejiwaan anak tersebut, apakah pemalu, pemarah, dll.
Biologis, mengarah ke perkembangan fisiknya.  Dan hal ini juga dipengaruhi oleh penangkapan intelektualnya tentang kedewasaan.
Lho,..bagaimana caranya???mungkin itu yang ada dibenak kita. Jika kita bayangkan, dalam satu kelas itu terdapat minimal 25 siswa,..apakah kita harus mengetahui satu persatu. Jawabannya adalah iya, sedangkan latar belakang siswa tersebut berbeda-beda. Ada yang keluarganya seorang terpandang, yang satu dari keluarga buruh, petani, pegawai pabrik, dll. Lalu Bagaimana dengan pelaksanaan pembelajaran yang dianjurkan oleh pemerintah...???Itulah tugas kita, disamping kurikulum yang dibuat oleh pemerintah, Kita harus mencari waktu dan tempat yang pas untuk berbicara antara hati ke hati kepada siswa. Kita harus gali terus informasi tentang peserta didik kita, buat anak didik kita bisa menatap masa depan, beri semangat, gali terus potensi yang ada dalam dirinya. Ini adalah tugas tambahan yang penuh amanah yang harus dilakukan oleh seorang pendidik sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar